Mengapa Publik Begitu Peduli Ketika Pluto Kehilangan Status Planetnya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada Agustus 2006, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) mengubah status Pluto dari planet utama menjadi planet katai karena tidak memenuhi kriteria ketiga yaitu membersihkan lingkungan orbit. Keputusan ini dipicu oleh penemuan Eris di 2005, objek yang lebih massa daripada Pluto, serta banyaknya objek es di Sabag Kuiper. Meski secara ilmiah keputusan ini logis, masyarakat umum masih menolaknya karena ikatan emosional dan nostalgia sejak sekolah dasar. Misalnya, New Horizons NASA mengungkap Pluto yang aktual dengan pegunungan es batu dan gletser nitrogen. Perdebatan ini mencerminkan evolusi sains yang terus berkembang sesuai temuan baru.
Bagikan
Berita terkait
20 Tahun Reklasifikasi Pluto: Haruskah Julukan Planet Kembali Disematkan?
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 10.42
Mendikdasmen Pastikan Sekolah Terdampak Gempa NTT akan Direvitalisasi Tahun 2026
JawaPos · 25 Agustus 2026 pukul 14.30
Alumni UI Dibidik Masuk Dunia Industri, Dany: Ada Karpet Merah
JawaPos · 25 Agustus 2026 pukul 14.30
Lansia di Medan Jadi Kurir Narkoba, Polisi Sita 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 14.29