Ketika Agen AI Mulai Bertindak Sendiri Tanpa Pengawasan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335452/original/023675900_1787985545-AI.jpg)
Gelombang AI agen (agentic AI) menggantikan AI tradisional yang hanya merespon permintaan. Agen AI kini mampu menjalankan tugas otonom di berbagai sistem dan API. Namun, perkembangan ini membawa risiko keamanan siber baru. Laporan State of the Internet (SOTI) dari Akamai memperingatkan CISO tentang ancaman dari entitas non-manusia yang bergerak cepat. Standar Model Context Protocol (MCP) memungkinkan interaksi agen AI lintas sistem, tetapi pengawasan MCP berada di urutan paling bawah dalam prioritas keamanan korporasi. Banyak perusahaan belum siap mengawasi perilaku agen AI secara efektif. Akamai merekomendasikan empat langkah strategis untuk mengubah paradigma keamanan operasional di era AI otonom.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 26 September 2026 pukul 10.02
Agen OpenAI Lepas Kendali, Foto Pengguna ChatGPT Bocor di Internet
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 22.55
Akamai Soroti Risiko AI Berbasis Agen, Perusahaan Didorong Perkuat Tata Kelola Keamanan
Berita terkait
Keamanan Siber Real-Time Bisa Cegah Kebocoran Data di Era AI
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 17.00
Waspada! Mungkin Ada Siluman AI di Perusahaan Anda
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 21.04
Mirip Skynet Terminator, Model OpenAI Bobol 4 Layanan
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 08.20
Komdigi Ingatkan Ancaman Ekstremisme Kini Menyusup Lewat Algoritma Digital
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 07.55