Kisah Polisi Australia Bingung Mendengar Letusan Krakatau 1883
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada malam 27 Agustus 1883, warga Distrik Vasse di Western Australia mendengar dentuman keras seperti meriam besar dari arah laut. Sersan McDonald mengutus Polisi Sutton ke Cape Naturaliste untuk menyelidiki, namun tidak menemukan kapal atau puing. Sutton mencatat pasang surut air laut yang tidak wajar, yang kemudian dikaitkan dengan dampak letusan Gunung Krakatau di Indonesia. Letusan Krakatau pada pukul 10:02 pagi hari yang sama menghancurkan pulau vulkanik tersebut dan mengirimkan gelombang kejut hingga ke seluruh dunia. Suara ledakan terdengar hingga 3.110 km di Perth dan 4.800 km di pulau Rodrigues, dengan energi akustiknya masih tercatat sebagai suara terkeras dalam sejarah. Laporan kepolisian Vasse akhirnya dipahami sebagai bagian dari dampak global letusan Krakatau yang baru terungkap puluhan tahun kemudian.
Bagikan
Berita terkait
Krakatau Meletus, Bumi Mendadak Berubah Total-36.000 Tewas Seketika
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 14.15
BMKG Pastikan Abu Anak Krakatau Tak Lagi Mengarah ke Jakarta
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 07.25
Letusan Krakatau 1883 Langsung Viral di Dunia, Kok Bisa?
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.45
5 Wartawan Hilang di Sekitar Anak Krakatau, Pemilik Kapal: Laik Berlayar
kumparan · 9 September 2026 pukul 02.34