Konspirasi Membunuh Huawei, Amerika-Jepang-Eropa Bersatu Lawan China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat, di bawah pemerintahan Donald Trump, memulai inisiatif kerja sama dengan lebih dari 20 negara sekutu seperti Jepang, Jerman, dan Inggris untuk pengembangan jaringan 6G. Tujuan utamanya adalah mengurangi dominasi China dalam teknologi telekomunikasi dan memastikan keamanan jaringan generasi mendatang. Kerja sama ini akan mengkoordinasikan strategi sebelum 6G resmi menggantikan 5G pada tahun 2030.
Arielle Roth, Kepala Administrasi Telekomunikasi dan Informasi Nasional, menjelaskan bahwa pendekatan untuk 6G harus berbeda dari 5G, dengan penekanan pada sistem yang terbuka dan aman bersama mitra terpercaya. Komitmen mencakup penetapan tolok ukur dari satu bulan hingga satu tahun ke depan, serta rencana pertemuan tatap muka tahun depan untuk evaluasi dan praktik terbaik.
Latar belakang inisiatif ini adalah persaingan panjang antara AS dan China sejak era 5G. AS telah lama menyuarakan risiko keamanan terkait perusahaan China seperti Huawei dan ZTE, dan mendorong sekutu untuk tidak menjalin kemitraan dengan mereka. Kerja sama 6G ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi AS dan sekutunya dalam lanskap teknologi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 19.21
10 Perusahaan Aset Terbesar di Dunia
CNN Indonesia · 26 Juli 2026 pukul 18.15
Kenapa Raksasa Teknologi AS Dukung Model AI Open Source ala China?
Berita terkait
Amerika Serikat Siaga Petaka Besar, China Langsung Gaspol
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.00
Sumber Duit AS Bisa Lenyap Direbut China, Chip Huawei Meluncur 2027
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 21.10
Huawei Ketahuan Pindahkan Rp20 Triliun 5 Hari Setelah Didakwa Kriminal
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 16.50
Australia Bermain Cantik dalam Menyikapi Persaingan Negara Adidaya
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 12.30