Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Korban Baru AI, Sedot Isi Buku Langka Sampai Hancur Tak Bisa Dibaca

Perusahaan kecerdasan buatan (AI) kini membeli buku kuno dan edisi terbatas dalam jumlah besar untuk memindai isinya demi melatih sistem mereka. Setelah dipindai, buku aslinya dihancurkan sehingga tidak bisa dibaca lagi oleh manusia. Praktik ini dimanfaatkan karena aturan hukum memperbolehkan penggunaan barang yang sudah dibeli, dan dianggap sebagai perubahan bentuk karya, tidak melanggar hak cipta.

Salah satu contoh adalah perusahaan AI Anthropic, yang dalam gugatan hukum yang diselesaikan secara damai, terungkap menggunakan mesin pemotong untuk memisahkan lembaran buku sebelum memindainya. Penyedia layanan seperti ISBNdb melayani pembelian massal ini, menyatakan buku cetak sebelum tahun 2022 adalah sumber data andal karena bersih dari konten AI. Mereka menjamin kerahasiaan identitas pembeli.

Penjual buku melaporkan peningkatan penjualan drastis, dari puluhan menjadi ratusan eksemplar per minggu, tetapi merasa ganda karena buku langka yang terjual habis justru dimusnahkan. Kekhawatiran serupa dirasakan penjual di Belanda dan negara lain, memicu perdebatan etika tentang penghancuran sumber ilmu pengetahuan untuk kepentingan teknologi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait