Zuckerberg Bela Model AI China, Apa Alasannya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mark Zuckerberg, CEO Meta, menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak perlu memblokir model kecerdasan buatan (AI) dari China untuk memenangkan persaingan teknologi. Menurutnya, pelarangan bukan solusi efektif, dan perusahaan AS harus mengidentifikasi hambatan internal untuk meningkatkan daya saing. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan Financial Times pada 28 Juli 2025.
Perdebatan di Washington meningkat mengenai model AI China, termasuk Kimi K3 dari Moonshot AI, yang memicu pertanyaan tentang kemajuan teknologi China. Pemerintah AS, di bawah Presiden Donald Trump, mengumumkan larangan impor robot dan inverter daya dari China untuk melindungi infrastruktur AI nasional. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga memperingatkan sanksi finansial atau daftar hitam bagi perusahaan China yang diduga mencuri teknologi AS.
Zuckerberg menekankan bahwa pemblokiran model AI China tidak akan memberikan keunggulan yang efektif bagi AS. Ia mendorong fokus pada inovasi dan perbaikan daya saing perusahaan teknologi AS, bukan mengandalkan hambatan terhadap pesaing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 21.00
China Kasih Peringatan Keras ke Amerika, Ancam Pembalasan Penuh
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.29
Video: Persaingan dan Masa Depan Bisnis Kecantikan Era Beauty Tech
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 20.44
ASUS ExpertBook Ultra: Standar Baru Laptop Bisnis Premium di Era AI
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.20
Korban Baru AI, Sedot Isi Buku Langka Sampai Hancur Tak Bisa Dibaca
Berita terkait
Ini Dia 'Sosok Pengganti' Debt Collector
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 11.30
Fitur Baru Google Jadi Sorotan, Baru Sehari Langsung Diblokir
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 18.00
China Bikin AS Terguncang, Elit Dunia Sampai Mohon-Mohon ke Trump
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 07.55
Kenapa Raksasa Teknologi AS Dukung Model AI Open Source ala China?
CNN Indonesia · 26 Juli 2026 pukul 18.15