Korban Data Center Makin Banyak, Warga Ngamuk Rumah Digusur Paksa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Warga negara bagian Georgia, Amerika Serikat, melakukan protes terhadap rencana penggusuran puluhan rumah dan pengambilalihan ratusan bidang tanah untuk pembangunan jalur transmisi listrik sepanjang 1.000 mil. Rencana ini digagas oleh Georgia Power, perusahaan listrik swasta yang didukung pemerintah negara bagian. Sebanyak 30 unit rumah akan dirobohkan dan 330 bidang tanah akan dibebaskan untuk menyalurkan hampir 10.000 megawatt listrik dari pembangkit baru. Sekitar 80 persen energi tersebut dialokasikan untuk kebutuhan data center artificial intelligence (AI), sisanya untuk rumah tangga dan usaha.
Warga yang tinggal di daerah perdesaan merasa keberatan karena harus meninggalkan tempat tinggal yang sudah lama dihuni. Salah satunya adalah Ansley Brown yang menyuarakan protesnya melalui media sosial karena rumah ibunya yang juga merupakan tempat tinggal masa kecilnya berada di jalur pembangunan. Georgia Power menawarkan ganti rugi bagi pemilik tanah yang bersedia pindah secara sukarela, namun jika tidak sepakat, hak pengambilalihan lahan negara akan diterapkan. Kasus ini menjadi bagian dari perdebatan yang semakin meningkat di berbagai wilayah AS terkait kebutuhan energi besar untuk mengoperasikan data center AI, dengan banyak daerah mulai menunda atau membatalkan rencana pembangunan fasilitas serupa karena kekhawatiran dampak lingkungan.
Bagikan
Berita terkait
The Sovereignty We’re Renting
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 07.17
Jepang Mau Bikin Pusat Data AI Terbesar di Prefektur Akita, Dilirik Investor UEA
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 04.00
Sinergi Danantara, NeutraDC Gandeng PLN Kembangkan Hyperscale Data Center
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 17.27
NeutraDC Gaet PLN Ekspansi Kapasitas Data Center di Cikarang hingga 200 MW
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.48