Korsel Kembangkan Baterai EV Baru, Isi 12 Menit Bisa 800 Km
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para peneliti dari Korea Advance Institute of Science and Technology (KAIST) bersama LG Energy mengembangkan teknologi baterai kendaraan listrik yang mampu terisi penuh hanya dalam 12 menit untuk jarak tempuh hingga 800 km. Capaian ini jauh lebih baik dari generasi sebelumnya yang hanya mampu menempuh 600 km. Temuan ini diharapkan menjadi terobosan bagi industri otomotif global karena mengatasi dua masalah utama kendaraan listrik, yaitu jarak tempuh terbatas dan waktu pengisian baterai yang lama.
Kunci dari teknologi ini adalah penggunaan elektrolit cair baru yang mampu menghambat kohesi antarmuka. Masalah utama baterai lithium-logam adalah munculnya dendrit, yaitu kristal litium yang tumbuh di permukaan anoda saat pengisian daya. Dendrit dapat menyebabkan arus pendek internal dan mengurangi stabilitas baterai. Elektrolit cair baru ini memanfaatkan struktur anion dengan afinitas ikatan lemah pada ion lithium untuk meminimalkan ketidakseragaman antarmuka dan menghambat pertumbuhan dendrit.
Baterai lithium-logam direncanakan akan mengganti anoda grafit yang selama ini digunakan pada baterai ion lithium. Menurut Profesor Hee Tak Kim dari KAIST, penelitian ini menjadi fondasi utama dalam mengatasi tantangan teknis baterai litium-logam untuk mobil listrik. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 24 Juli 2026.
Bagikan
Berita terkait
Insentif EV Nasional Dinilai Bisa Jadi Motor Pengembangan Industri Otomotif
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 15.33
Lapor ke Prabowo, Bahlil Sebut Pabrik Baterai EV Karawang Sudah Tuntas
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 15.55
Bos SK Group Kembali Bawa Sengketa Harta 944 Miliar Won ke Mahkamah Agung
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 09.45
Penjualan Kendaraan Energi Baru China Tembus 60 Persen pada Juli
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 00.05