Kunang-Kunang Hilang Satu per Satu, Ahli IPB Ungkap Tanda Petaka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kunang-kunang semakin langka di alam liar di Indonesia, menurut ahli entomologi IPB University, Kesumawati Hadi. Keberadaan mereka adalah indikator kesehatan ekosistem; ketika lingkungan memburuk, populasi kunang-kunang menyusut. Fenomena ini menjadi krisis global, bukan hanya di Indonesia. Data dari IUCN mencatat 11% hingga 20% spesies kunang-kunang di dunia terancam punah, termasuk spesies di kawasan mangrove Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang sudah rentan. Penyebab utama adalah alih fungsi lahan masif dan polusi cahaya dari lampu LED yang mengganggu navigasi dan reproduksi kunang-kunang. Saat ini, kunang-kunang hanya bertahan di lingkungan alam yang terjaga seperti hutan mangrove, tepi sungai, persawahan tradisional, perkebunan organik, dan lantai hutan tropis lembap. Masyarakat diimbau menjaga habitat dengan menyisakan lahan terbuka, meredupkan lampu luar, dan menggunakan pupuk organik agar kunang-kunang tidak punah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 2 Agustus 2026 pukul 11.19
Lima pesepeda akan jelajahi lima provinsi kampanye perlindungan hutan dan orangutan
Berita terkait
Pertanian Regeneratif Jadi Upaya Selamatkan Kunang-Kunang di Desa Taro
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.55
TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove untuk Perkuat Ketahanan Ekosistem Pesisir Indonesia
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 21.12
Tumbuhkan Ketahanan Ekosistem Pesisir, TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove di Jateng & NTT
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 04.44
Hadapi Perubahan Iklim, Serang Perkuat Konservasi Lingkungan
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 19.49