Lagi Kemarau Kok Nyamuk Malah Makin Banyak? Ini Sebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Selama musim kemarau, nyamuk Aedes aegypti tidak langsung menghilang karena telurnya mampu bertahan dalam kondisi kering selama bulan-bulan. Penelitian WHO menunjukkan telur Aedes aegypti masih memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih dari 88% hingga 56 hari, bahkan 2-15% tetap hidup setelah satu tahun. Embiornya mengubah metabolisme dan memanfaatkan lipid untuk bertahan ketika kekeringan. Suhu tinggi mempercepat siklus perkembangan nyamuk dari larva hingga dewasa hanya 7,2 hari pada 35°C. Wahhan perkembangbiakan tetap ada di ember, bak mandi, pot tanaman, dan wadah air lain yang menampung air. WHO menyarankan wadah air dikosongkan, dibersihkan, dan digosokkan seminggu sekali untuk menghilangkan telur nyamuk.
Bagikan
Berita terkait
Kenapa Nyamuk Terasa Makin Banyak Saat Kemarau? Ini Penjelasan Peneliti BRIN
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.13
BMKG: Hujan di Jakarta saat Kemarau Bukan Hasil Modifikasi Cuaca
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.34
Foto: Cisadane Jadi Arena Bermain Anak Saat Kemarau
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 19.02
Karhutla di Jawa Barat Meluas ke 19 Kabupaten dan Kota, Sumedang Terbanyak
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.40