Kenapa Nyamuk Terasa Makin Banyak Saat Kemarau? Ini Penjelasan Peneliti BRIN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banyak warga, terutama di Jabodetabek, mengeluhkan peningkatan jumlah nyamuk akhir-akhir ini, bahkan mengganggu aktivitas tidur malam. Fenomena ini dijelaskan oleh peneliti entomologi BRIN, Awit Suwito, sebagai konsekuensi dari musim kemarau yang sedang berlangsung.
Menurut Awit, suhu lingkungan yang meningkat saat kemarau memendekkan siklus hidup nyamuk, sehingga populasinya tampak lebih cepat bertambah. Selain itu, genangan air di luar rumah yang berkurang memaksa nyamuk, khususnya jenis Aedes aegypti yang suka air jernih, pindah ke dalam rumah. Mereka menggunakan sumber air di dalam rumah seperti bak mandi, kolam, atau tempat minum hewan peliharaan untuk berkembang biak.
Awit menambahkan bahwa telur nyamuk mampu bertahan dalam kondisi kering hingga musim hujan tiba. Saat musim hujan, genangan air baru muncul di luar rumah, sekaligus memungkinkan telur yang sudah ada untuk menetas dan melanjutkan siklus hidupnya. Kombinasi faktor suhu, habitat, dan ketahanan telur ini membuat populasi nyamuk terasa meningkat secara tiba-tiba.
Bagikan
Berita terkait
Lagi Kemarau Kok Nyamuk Malah Makin Banyak? Ini Sebabnya
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 10.14
Mengapa Nyamuk Tetap Banyak saat Kemarau? Ini Penjelasannya
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 21.30
BMKG: Kemarau Masih Mendominasi, Hujan Lebat Berpotensi Terjadi Selama Oktober 2026
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 18.35
UAD Salurkan 100 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Gunungkidul
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 13.45