Kenapa Nyamuk Terasa Makin Banyak Saat Kemarau? Ini Penjelasan Peneliti BRIN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banyak warga, terutama di Jabodetabek, mengeluhkan peningkatan jumlah nyamuk akhir-akhir ini, bahkan mengganggu aktivitas tidur malam. Fenomena ini dijelaskan oleh peneliti entomologi BRIN, Awit Suwito, sebagai konsekuensi dari musim kemarau yang sedang berlangsung.
Menurut Awit, suhu lingkungan yang meningkat saat kemarau memendekkan siklus hidup nyamuk, sehingga populasinya tampak lebih cepat bertambah. Selain itu, genangan air di luar rumah yang berkurang memaksa nyamuk, khususnya jenis Aedes aegypti yang suka air jernih, pindah ke dalam rumah. Mereka menggunakan sumber air di dalam rumah seperti bak mandi, kolam, atau tempat minum hewan peliharaan untuk berkembang biak.
Awit menambahkan bahwa telur nyamuk mampu bertahan dalam kondisi kering hingga musim hujan tiba. Saat musim hujan, genangan air baru muncul di luar rumah, sekaligus memungkinkan telur yang sudah ada untuk menetas dan melanjutkan siklus hidupnya. Kombinasi faktor suhu, habitat, dan ketahanan telur ini membuat populasi nyamuk terasa meningkat secara tiba-tiba.
Bagikan
Berita terkait
BMKG: Hujan di Jakarta saat Kemarau Bukan Hasil Modifikasi Cuaca
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.34
Foto: Cisadane Jadi Arena Bermain Anak Saat Kemarau
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 19.02
Karhutla di Jawa Barat Meluas ke 19 Kabupaten dan Kota, Sumedang Terbanyak
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.40
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Periksa Kesiapan 4 Perusahaan Cegah Karhutla
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 16.37