Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Laptop China Laku Keras Saat Krisis, Pendapatan Naik Drastis

Lenovo, perusahaan komputer asal China, mengalami lonjakan pendapatan 43% pada KQ1 hingga 30 Juni 2024 menjadi US$26,94 miliar, melebihi proyeksi analis US$22,3 miliar. Hasil ini terjadi di tengah krisis chip memori global (NAND/DRAM) yang menekan industri komputer. Sementara kompetitor seperti Dell, HPE, dan Super Micro naik harga 30%, Lenovo mengoptimalkan strategi penyesuaian harga dan tren AI hardware. Bisnis AI Lenovo tumbuh 60% YoY menjadi US$9,3 miliar atau 35% dari total pendapatan, sementara pipeline server AI naik 157% secara kuartalan menjadi US$54 miliar. Divisi PC & Perangkat menyumbang 64% dari total dengan kenaikan 27% YoY. Adjusted net income melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi US$1,075 miliar, tercatat saham naik 17% ke level rekor tertinggi. Namun, secara akuntansi resmi, Lenovo mencatat rugi bersih US$609 juta akibat beban fair value loss US$1,7 miliar dari penilaian ulang waran terbitan 2025. Meski pengiriman PC global turun 2% pada KQ2 2026 menjadi 16,6 juta unit, Lenovo mempertahankan pangsa pasar 25,6% sebagai pemain terkuat di industri.

Berita terkait