Laptop China Laku Keras Saat Krisis, Pendapatan Naik Drastis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lenovo, perusahaan komputer asal China, mengalami lonjakan pendapatan 43% pada KQ1 hingga 30 Juni 2024 menjadi US$26,94 miliar, melebihi proyeksi analis US$22,3 miliar. Hasil ini terjadi di tengah krisis chip memori global (NAND/DRAM) yang menekan industri komputer. Sementara kompetitor seperti Dell, HPE, dan Super Micro naik harga 30%, Lenovo mengoptimalkan strategi penyesuaian harga dan tren AI hardware. Bisnis AI Lenovo tumbuh 60% YoY menjadi US$9,3 miliar atau 35% dari total pendapatan, sementara pipeline server AI naik 157% secara kuartalan menjadi US$54 miliar. Divisi PC & Perangkat menyumbang 64% dari total dengan kenaikan 27% YoY. Adjusted net income melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi US$1,075 miliar, tercatat saham naik 17% ke level rekor tertinggi. Namun, secara akuntansi resmi, Lenovo mencatat rugi bersih US$609 juta akibat beban fair value loss US$1,7 miliar dari penilaian ulang waran terbitan 2025. Meski pengiriman PC global turun 2% pada KQ2 2026 menjadi 16,6 juta unit, Lenovo mempertahankan pangsa pasar 25,6% sebagai pemain terkuat di industri.
Bagikan
Berita terkait
Jelang IPO, Pendapatan Anthropic Diproyeksi Capai Rp3.565 Triliun
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 16.54
Presiden Prabowo Salah, Pendapatan Ojol Turun Bukan Naik
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.15
Dunia Dihantam Krisis Besar, China Makin Tangguh Tendang Amerika
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 21.00
KFC Indonesia Catat Pendapatan Rp 2,79 T di Semester I
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.54