Lukisan Cadas Berusia 2.000 Tahun Ini Diduga Digambar Pakai Darah Manusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lukisan cadas berusia 2.000 tahun di Zuojiang Huashan, China, karya kebudayaan Luoyue, terbukti menggunakan darah manusia sebagai bahan pengikat cat. Analisis kimia pada lapisan mortar di bawah pigmen merah (oksida besi) mendeteksi 61–99% protein darah manusia, sisanya darah hewan herbivora. Protein spesifik (prolactin-inducible protein dan lactotransferrin) menunjukkan darah kemungkinan berasal dari perempuan yang baru melahirkan.
Teknik pembuatan cat cukup kompleks: lapisan dasar dari tulang hewan, kotoran burung, batu kapur, dan cangkang dipanaskan menghasilkan kalsium fosfat dan kapur tohor, lalu dicampur air dan darah membentuk mortar cair. Protein darah memicu biomineralisasi kalsium karbonat, menciptakan ikatan komposit organik-anorganik yang menyatu kuat dengan tebing batu kapur. Mekanisme inilah yang menjaga lukisan tahan terhadap iklim subtropis dan hujan monsun selama dua milenium.
Motif lukisan yang berbau kesuburan (perempuan hamil, aktivitas seksual, alat kelamin laki-laki) mendukung hipotesis penggunaan darah persalinan dalam ritual kesuburan. Temuan ini mengungkap tingkat teknologi material masyarakat Luoyue yang canggih untuk era mereka.
Bagikan
Berita terkait
Cetak Rekor, Kereta Maglev China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik!
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.40
Penjualan Kendaraan Energi Baru China Tembus 60 Persen pada Juli
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 00.05
Pengadilan AS Minta Penempatan DJI di Daftar Hitam Pentagon Ditinjau Ulang
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 21.30
AS Ungkap Praktik Pengiriman Barang China untuk Hindari Tarif Impor
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 19.33