Lukisan Cadas Berusia 2.000 Tahun Ini Diduga Digambar Pakai Darah Manusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lukisan cadas berusia 2.000 tahun di Zuojiang Huashan, China, karya kebudayaan Luoyue, terbukti menggunakan darah manusia sebagai bahan pengikat cat. Analisis kimia pada lapisan mortar di bawah pigmen merah (oksida besi) mendeteksi 61–99% protein darah manusia, sisanya darah hewan herbivora. Protein spesifik (prolactin-inducible protein dan lactotransferrin) menunjukkan darah kemungkinan berasal dari perempuan yang baru melahirkan.
Teknik pembuatan cat cukup kompleks: lapisan dasar dari tulang hewan, kotoran burung, batu kapur, dan cangkang dipanaskan menghasilkan kalsium fosfat dan kapur tohor, lalu dicampur air dan darah membentuk mortar cair. Protein darah memicu biomineralisasi kalsium karbonat, menciptakan ikatan komposit organik-anorganik yang menyatu kuat dengan tebing batu kapur. Mekanisme inilah yang menjaga lukisan tahan terhadap iklim subtropis dan hujan monsun selama dua milenium.
Motif lukisan yang berbau kesuburan (perempuan hamil, aktivitas seksual, alat kelamin laki-laki) mendukung hipotesis penggunaan darah persalinan dalam ritual kesuburan. Temuan ini mengungkap tingkat teknologi material masyarakat Luoyue yang canggih untuk era mereka.
Bagikan
Berita terkait
China Perketat Aturan IPO Perusahaan Robot, Kenapa?
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 13.30
China Mulai Ditinggalkan, Banyak Pabrik HP Pindah ke Negara Ini
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 12.10
Polisi Bongkar Rumah Produksi Narkoba Etomidate WN China di PIK 2
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 09.50
Asosiasi Bakal Orbitkan Soto hingga Minuman Rempah Ke China
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 08.25