Mafia Kelas Kakap Masuk Perangkap FBI Setelah Rampok Rp 355 Miliar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Manpreet Kohli, mantan CEO perusahaan kripto Saitama asal Inggris, ditangkap pada 2024 di London sebagai bagian dari operasi FBI yang inovatif. Untuk pertama kalinya, FBI menerbitkan token digital resmi untuk menjebak pelaku kejahaman siber. Kohli dan timnya dituduh melakukan skema 'pump and dump' dengan mengumbar kepemilikan token Saitama secara publik sementara menjual jutaan token diam-diam, meraup keuntungan hingga US$20 juta (Rp355 miliar). Token Saitama pernah mencapai nilai pasar US$7,5 miliar (Rp133 triliun) pada masa puncaknya.
Hakim Samuel Goozee Pengadangan Ekstradisi di London menolak argumen pembelaan Kohli yang mengklaim sistem penjara AS tidak memadai dalam menangani kesehatan mental. Hakim menyatakan bahwa sistem pertahanan kesehatan mental di penjara AS sudah sangat siap untuk menangani kondisi Kohli dan menekan risiko bunuh diri. Putusan ini membuka jalan untuk ekstradisi ke AS untuk menjalani persidangan hukum.
Kohli masih bebas dengan jaminan £200.000 dan berhak mengajukan banding. Upaya sebelumnya untuk menggugurkan dakwaan dengan alasan token Saitama bukan instrumen sekuritas juga ditolak oleh hakim pengadilan federal Boston.
Bagikan
Berita terkait
Bandar Kripto Penipu Kabur, Aset Nasabah Rp 1,7 Triliun Nyangkut
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 17.00
Waspada! Modus Palsu Apple Kuras Kripto Korban hingga Rp2,7 Miliar
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 20.10
Hati-Hati! Scam Iklan Mirip 'Apple', Bisa Sedot Aset Kripto
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 12.20
Operasi Bareskrim dan FBI Bongkar Aksi Tipu-tipu WN China ke Perusahaan AS
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 07.30