Malaysia Gencar Tarik Investasi Data Center Berbasis AI, Targetkan Jadi Hub di Asia Tenggara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Malaysia gencar menarik investor untuk membangun data center berbasis AI di Johor, yang terletak tepat di utara Singapura. Kawasan tersebut menawarkan lahan luas (5,6 km²) dan telah menyerap investasi dari perusahaan Amerika Serikat, Tiongkok, dan Eropa. Data center membutuhkan listrik 1.700 MW per Agustus 2026 serta air pendingin. Permintaan meningkat setelah Singapura membatasi pembangunan data center baru dan ledakan penggunaan AI. Pemerintah menyebut investasi AI membantu pertumbuhan ekonomi Malaysia mencapai 5,2% pada 2025. Namun, pembangunan tidak menghasilkan banyak lapangan kerja karena mayoritas pekerjaan terkait pemeliharaan operasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 27 Agustus 2026 pukul 10.26
Airlangga: Penguatan AI hingga data center fondasi ekonomi digital RI
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 19.30
Awas!! Ini Bahaya Terlalu Andalkan AI untuk Investasi
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.00
AI Bisa Bikin Ekonomi Dunia Tambah US$15,7 Triliun, RI Kebagian Apa?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.40
Mau IPO, Perusahaan Ini Klaim Potensi Cuan Rp 531 Kuadriliun
Berita terkait
Bisnis Data Center RI Meledak, 4 Emiten Ini Paling Siap Menangkap Cuan
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 17.05
Demam AI, Emiten RI Ini Bikin Anak Baru dan Masuk Bisnis Data Center
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.45
Ledakan Data Center Bawa Petaka, Ini Daftar Pihak yang Diuntungkan
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 21.40
Kondisi Geopolitik Bawa 'Berkah' Investasi Data Center di RI
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.11