Manusia Pernah Mengebor 12 Km ke Dalam Bumi, Ini yang Ditemukan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada 24 Mei 1970, Uni Soviet memulai pengeboran di Semenanjuk Kola, Norwegia-Rusia, sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-100 Vladimir Lenin. Proyek ini bertujuan memamerkan kekuatan teknologi Soviet. Setelah 22 tahun, pada 1992, Kola Superdeep Borehole (SG-3) mencapai kedalaman 12.262 meter, menjadi penembusan terdalam manusia hingga kini. Lubang ini menembus endapan logam seperti tembaga, nikel, dan magnetit, lalu melanjutkan pengeboran melalui batuan yang mirip sampel Bulan. Akhirnya, pengeboran menemui batuan berusia 2,5 miliar tahun yang mengandung fosil plankton mikroskopis.
Suhu di dasar lubang mencapai 212 derajat Celsius, menyebabkan aliran batuan plastis yang berulang kali menutup lubang. Meskipun tidak berhasil menembus Moho (batas antara kerak dan mantel Bumi), SG-3 berhasil mengumpulkan data geologi paling komprehensif tentang kerak benua kristalin. Data ini penting untuk memahami panas dan energi yang terperangkap di dalam Bumi.
Proyek ini juga menjadi subjek hoax tentang suara roh di neraka. Sekarang, lokasi SG-3 terbengkalai dan dianggap sebagai area beracun akibat kontaminasi industri. Namun, pelajaran dari SG-3 diharapkan membantu pengembangan energi bersih melalui sistem geotermal enhanced (EGS) yang mengebor lebih dalam dan memanfaatkan panas Bumi.
Bagikan
Berita terkait
Bumi Ternyata Tidak Bulat, Bentuknya Berubah Sedikit Demi Sedikit
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.30
Hotspot Karhutla Nasional Turun dari 1.988 Jadi 948, Kalteng Masih Tertinggi
Detik.com · 22 September 2026 pukul 16.57
Memahami Pola Erupsi Gunung Api Lewat Jejak Geologi
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 16.24
Polusi Udara Makin Tak Terhindari, Ini Langkah untuk Melindungi Diri!
kumparan · 22 September 2026 pukul 14.03