Marak Scam, Ini Pengganti SMS OTP yang Lebih Aman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Maraknya scam online di ASEAN mendorong telekomunikasi mengadopsi Silent Number Verification sebagai alternatif SMS OTP. Teknologi ini melakukan autentikasi nomor di belakang layar tanpa pengguna memasukkan kode, sehingga lebih aman dari social engineering. Laporan Mobile Economy Asia Pacific 2026 mencatat korban penipuan ASEAN meningkat dari 31% (2024) ke 45% (2025), dengan lebih 90% scam menggunakan metode social engineering. GSMA menyatakan SMS OTP masih relevan untuk beberapa penggunaan, namun Silent Number Verification menjadi dominan untuk transaksi kritis. Regulator beberapa negara sudah melarang SMS OTP untuk transaksi bank. Penanganan scam memerlukan kolaborasi antara operator, regulator, bank, dan edukasi publik melalui GSMA Open Gateway yang mengembangkan lebih dari 60 API anti-scam.
Bagikan
Berita terkait
Scam Kian Marak, Hampir 670 Ribu Penipuan Dilaporkan Hingga Agustus
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 17.46
Ratusan Ribu Rekening di RI Terindikasi Scam, Dana Rp724 M Diblokir
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 15.35
Kemkomdigi evaluasi langkah tiga opsel lindungi sisa kuota internet
ANTARA News · 3 Oktober 2026 pukul 13.15
Layanan Internet Rakyat WIFI Boros Frekuensi, Ini Hitungannya
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 15.55