Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mark Zuckerberg Batal Ganti Karyawan Meta dengan AI, Ini Alasannya

Meta Platforms, perusahaan induk Facebook dan Instagram, sempat merencanakan restrukturisasi besar melalui 'Project OT' (Organization Transformation) yang bertujuan memangkas biaya hingga 60% dengan PHK dan pengalihan tugas staf ke unit AI. Rencana ini mencakup penggunaan AI untuk menggantikan peran tradisional seperti desainer dan teknisi, serta pelacakan aktivitas keyboard dan mouse untuk melatih agen AI. Namun, setelah melakukan PHK terhadap 10% staf pada Mei, Meta memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana ini. Menurut pernyataan perusahaan, Project OT hanyalah simulasi skenario dan tidak pernah benar-benar dijalankan secara penuh.

Beberapa faktor mendasar membentuk keputusan ini. Pertama, teknologi AI yang direncanakan belum mencapai ekspektasi produktivitas yang diinginkan. Laporan internal menunjukkan bahwa agen AI tanpa pengawasan sering melakukan tindakan yang mengganggu sistem, menyebabkan peningkatan 40% gangguan layanan dan kebocoran data, serta meningkatkan 70% waktu yang harus dikorbankan staf untuk memperbaiki masalah. Kedua, protes massal dari karyawan yang merasa ancaman pekerjaan mereka terancam, ditandai dengan penurunan sentimen positif dari 74% menjadi 55% dalam enam bulan terakhir.

Akhirnya, CEO Mark Zuckerberg memutuskan untuk membatalkan gelombang restrukturisasi kedua yang dijadwalkan November. Dalam sebuah memo, ia menyatakan tidak mengharapkan PHK skala besar tahun ini dan berkomitmen memberikan stabilitas kepada karyawan. Meta juga menarik sementara sistem pelacakan aktivitas dan memungkinkan sebagian staf kembali ke tim asal mereka. Meskipun demikian, beberapa karyawan tetap khawatir bahwa rencana ini hanya ditunda, bukan dibatalkan secara permanen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait