Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mengenal Frekuensi 3,5 GHz, Spektrum Emas Kunci Masa Depan 5G Indonesia

Pengembangan jaringan 5G di Indonesia dinilai belum berjalan optimal karena keterbatasan alokasi frekuensi untuk operator seluler. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), tingkat adopsi 5G nasional masih di bawah 10% sejak dikomersialisasi pada Mei 2021. Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menegaskan bahwa frekuensi 3,5 GHz merupakan spektrum kunci yang dibutuhkan sekitar 200 hingga 250 MHz demi mendongkrak performa 5G.

Frekuensi 3,5 GHz termasuk dalam kelompok mid-band yang menawarkan keunggulan berupa keseimbangan ideal antara luas jangkauan dan kapasitas jaringan. Karakteristik ini memungkinkan operator menangani kepadatan trafik data tinggi sekaligus mempertahankan jangkauan yang memadai di area perkotaan. Spektrum ini telah menjadi fondasi utama layanan 5G di berbagai negara kawasan Asia-Pasifik, seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Selandia Baru.

Pemanfaatan spektrum 3,5 GHz untuk jaringan 5G komersial di Indonesia saat ini masih terkendala karena pita tersebut masih digunakan untuk layanan satelit. Pemerintah melalui Komdigi masih melakukan kajian mendalam terkait peruntukan pita dan skema pemanfaatannya sebelum menentukan jadwal resmi lelang spektrum bagi para operator seluler.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait