Menkomdigi Ungkap Modus Baru Radikalisme Berkedok Bantuan yang Incar Anak-Anak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310930/original/079505100_1785381492-Menkomdigi.jpeg)
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkap modus baru perekrutan radikalisme yang menargetkan anak-anak melalui kedok bantuan sosial. Kelompok ekstremis kini tidak lagi menyebarkan narasi kebencian secara terbuka, melainkan membangun kepercayaan korban melalui uluran tangan berupa pengobatan, pelunasan utang, dan janji kesejahteraan. Barulah setelah kepercayaan terbentuk, paham radikal disisipkan.
Data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada Mei 2026 menunjukkan berhasil digagalkannya upaya perekrutan 112 anak melalui satu platform digital. Proses radikalisasi berlangsung bertahap sehingga kerap tidak disadari lingkungan sekitar. Meutya juga memperingatkan peran algoritma media sosial yang menciptakan echo chamber, memperkuat paparan konten ekstremis secara personal sehingga fakta kalah dengan emosi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 29 Juli 2026 pukul 21.09
Menkomdigi sebut radikalisme digital disamarkan dalam bentuk bantuan
Berita terkait
Krisis Baru Hantam Singapura, Masyarakat Diminta Lakukan Ini
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 16.00
Perkuat Keamanan dan Transparansi Aset Digital lewat Proof of Reserves dan OKX Protect
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 19.31
HP Android Hilang? Ini Cara Melacak Lewat Google Find Hub
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 18.15
Pemberdayaan Masyarakat, Kemensos Beri Bantuan Eks Napiter Poso Rp5 Juta
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 17.46