Menkomdigi sebut radikalisme digital disamarkan dalam bentuk bantuan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa radikalisme digital kini disamarkan dalam bentuk bantuan untuk membangun kepercayaan korban. Pola baru ini tidak lagi menggunakan kebencian atau kekerasan secara langsung, melainkan pendekatan personal seperti menawarkan bantuan pengobatan, pelunasan utang, dan janji kesejahteraan. Setelah korban percaya, mereka perlahan diarahkan ke paham ekstrem.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menunjukkan bahwa pada Mei lalu, upaya perekrutan terhadap 112 anak melalui satu platform digital berhasil digagalkan. Meutya menilai bahwa perubahan perilaku akibat paparan konten radikal terjadi secara bertahap dan sering tidak disadari oleh keluarga, menyebabkan hubungan dengan orang tua renggang dan komunikasi berkurang.
Perkembangan teknologi seperti algoritma di ruang digital memperkuat keyakinan pengguna dengan menyajikan informasi yang sejalan dengan preferensi mereka. Akibatnya, narasi radikal membentuk ilusi di mana fakta kalah dengan emosi atau keyakinan, membuat radikalisasi semakin sulit dikenali.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 13.00
Menkomdigi Ungkap Modus Baru Radikalisme Berkedok Bantuan yang Incar Anak-Anak
Berita terkait
BNPT: 620 Anak Teridentifikasi Terkait True Crime Community Sepanjang 2026
Detik.com · 2 September 2026 pukul 12.33
BNPT Catat 620 Anak Terpapar Kekerasan-Radikalisasi Lewat Medsos Sampai Podcast
kumparan · 2 September 2026 pukul 12.00
Kepala Asrama Alexandria School Diperiksa Terkait Dugaan Bullying Siswa
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 09.55
Pria Warga Negara Ganda Inggris-Iran Ditangkap Buntut Teror di Pangkalan AS
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 05.30