Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menkomdigi sebut radikalisme digital disamarkan dalam bentuk bantuan

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa radikalisme digital kini disamarkan dalam bentuk bantuan untuk membangun kepercayaan korban. Pola baru ini tidak lagi menggunakan kebencian atau kekerasan secara langsung, melainkan pendekatan personal seperti menawarkan bantuan pengobatan, pelunasan utang, dan janji kesejahteraan. Setelah korban percaya, mereka perlahan diarahkan ke paham ekstrem.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menunjukkan bahwa pada Mei lalu, upaya perekrutan terhadap 112 anak melalui satu platform digital berhasil digagalkan. Meutya menilai bahwa perubahan perilaku akibat paparan konten radikal terjadi secara bertahap dan sering tidak disadari oleh keluarga, menyebabkan hubungan dengan orang tua renggang dan komunikasi berkurang.

Perkembangan teknologi seperti algoritma di ruang digital memperkuat keyakinan pengguna dengan menyajikan informasi yang sejalan dengan preferensi mereka. Akibatnya, narasi radikal membentuk ilusi di mana fakta kalah dengan emosi atau keyakinan, membuat radikalisasi semakin sulit dikenali.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait