Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Microsoft Sebut Lebih Banyak Data Center Harus Dibangun di Inggris untuk Menggerakkan Ekonomi

Microsoft bersiap mengajukan rencana pembangunan pusat data di Langley, Slough, Inggris, pada musim gugur 2026. Lokasi yang telah kosong sejak Desember 2023 ini direncanakan untuk bangunan setinggi 15 meter, gardu listrik, fasilitas pendukung, dan area parkir. Microsoft menyatakan pusat data diperlukan untuk mendukung layanan digital seperti media sosial, pembayaran nontunai, dan kerja jarak jauh, sekaligus mengklaim akan menjadi 'tetangga yang baik' bagi komunitas setempat.

Namun, rencana ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat terkait dampak lingkungan seperti kebisingan, panas, dan penggunaan lahan. Sebuah petisi yang mengumpulkan sekitar 600 tanda tangan meminta penundaan persetujuan dan penilaian independen terhadap dampak proyek. Penasihat dewan lokal Chandra Muvvala menyoroti bahwa kebutuhan pusat data bukanlah masalah, tetapi keberadaannya justru menjadi masalah, sekaligus mengusulkan alternatif penggunaan lahan seperti pembangunan taman dan penanaman pohon.

Microsoft menyatakan sedang melakukan penilaian dampak lingkungan yang mencakup kualitas udara, kebisingan, iklim, karakter kawasan, dan pengaruh terhadap cahaya siang. Proyek serupa di Leeds juga menghadapi penolakan warga, dengan lebih dari 42.000 tanda tangan petisi menentangnya. Meskipun itu, Microsoft telah memperoleh persetujuan perencanaan untuk proyek Leeds pada April, dengan janji penggunaan pendinginan berbasis udara selama lebih dari 95 persen waktu operasional dan energi terbarukan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait