Negara Lumpuh Dihantam Banjir Bandang, Grup WhatsApp Jadi Penyelamat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banjir bandang di Nepal yang dipicu keruntuhan gletser mengorbankan lebih dari 1.200 nyawa dan menghilangkan 4.000 orang. Sekelompok teknisi dan engineer lokal membentuk grup WhatsApp darurat untuk koordinasi evakuasi di enam PLTA terdampak. Melalui grup tersebut, para ahli mengirimkan peta dan blueprint untuk navigasi terowongan yang tertutup lumpur. Hingga kini, lebih dari 900 orang masih diperkirakan terjebak di dalam terowongan PLTA Chilime dan Rasuwagadhi. Operasi penyelamatan memerlukan enam hari untuk membuka akses terowongan yang ditutup longsor, sementara 10% kapasitas listrik nasional Nepal terdampak bencana.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 September 2026 pukul 13.26
9 Hari Terjebak Usai Banjir Nepal, 2 Orang Berhasil Diselamatkan
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 12.54
2 Pekerja PLTA Selamat Usai 10 Hari Terjebak Lumpur Akibat Banjir Bandang Nepal
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 14.20
Korban tewas banjir Nepal-China 1.280 orang, 5.260 masih hilang
VOI · 3 September 2026 pukul 16.00
Korban Tewas Banjir Nepal Bertambah Menjadi 1.252 Jiwa, Keluarga Gelar Pemakaman Simbolis
Berita terkait
Petaka Ambisi PLTA Himalaya: Ratusan Pekerja Terjebak di Bawah Tanah
Detik.com · 1 September 2026 pukul 10.45
Update Banjir Bandang Nepal, 933 Orang Terperangkap di Terowongan PLTA
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 07.40
797 Orang Meninggal, Ribuan Korban Masih Hilang akibat Banjir Dahsyat Perbatasan Nepal
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 07.50
Nepal selamatkan 121 turis asing dari bencana banjir
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 22.34