Rekor, 5.000 Orang Meninggal Akibat Gelombang Panas di Spanyol
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Spanyol mencatat lebih dari 5.000 kematian akibat gelombang panas dari Juni hingga Agustus 2026, melampaui rekor sebelumnya sebesar 4.652 kematian pada periode yang sama tahun 2022. Data ini dikutip dari Institut Kesehatan Carlos III dan dihitung menggunakan Sistem Pemantauan Kematian Spanyol (MoMo) yang membandingkan kematian harian dengan tren historis, sambil mempertimbangkan data cuaca dari AEMET. Perkiraan kematian akibat panas juga meningkat dari 3.651 pada 2023 dan 1.977 pada 2024. Meskipun MoMo tidak dapat mengonfirmasi hubungan langsung antara kematian dan suhu tinggi, sistem ini memberikan perkiraan andal tentang kematian yang didorong oleh faktor panas ekstrem. Sebagian besar kematian tambahan disebabkan oleh serangan jantung dan stroke akibat tekanan tubur untuk menjaga suhu tetap normal. Gelombang panas ini juga terjadi di Eropa, dengan Juni-Juli sebagai bulan terpanas yang pernah tercatat untuk Eropa Barat. Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim akibat pembakaran bahan bakar fosil membuat gelombang panas ekstrem lebih lama, intens, dan sering terjadi. AEMET melaporkan bahwa Juli 2026 adalah bulan terpanas kedua di daratan Spanyol sejak pencatatan data dimulai pada 1961.
Bagikan
Berita terkait
Gelombang Panas Ekstrem Eropa 2026: 80 Juta Orang Terpapar Suhu di Atas 40 Derajat
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.04
Ilmuwan: Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Proses Puluhan Tahun
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 15.00
560 Juta Anak Terpapar Panas Ekstrem Berbahaya Setiap Tahun
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 06.52
560 Juta Anak Kini Kena Panas Ekstrem Lebih Banyak daripada Generasi Sebelumnya
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 20.09