Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pakar Bicara Hubungan El Nino dan Karhutla di Sejumlah Wilayah RI

Guru Besar Kehutanan IPB University, Bambang Hero Saharjo, menilai El Nino yang diprediksi berlangsung hingga 2027 bukan penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fungsinya hanya mempercepat pengeringan biomassa, sehingga bahan bakar di permukaan lebih mudah terbakar dan api lebih cepat meluas. Karhutla tetap bisa terjadi tanpa El Nino, seperti peristiwa 2025 saat asap karhutla dari Riau mencapai negara tetangga pada 19 Juli dan dari Kalimantan Barat pada 21 Juli berdasarkan citra satelit Sentinel 2. Menurutnya, pengendalian kebakaran wajib dilakukan apa pun kondisinya karena berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan.

Bambang menyoroti lemahnya pencegahan, termasuk kurangnya dukungan pemerintah daerah terhadap upaya masyarakat. Ia juga meminta audit kepatuhan pengendalian kebakaran bagi korporasi sebelum musim kemarau. Data lapangan menunjukkan api masih dipakai untuk penyiapan lahan. Contohnya, pembukaan lahan 4 hektare di Rokan Hilir pada 2025 meluas menjadi sekitar 300 hektare terbakar, sementara di Kepulauan Meranti rencana 6 hektare berujung kebakaran 632 hektare.

Sistem peringatan dini sebenarnya tersedia gratis, seperti parameter Fine Fuel Moisture Code (FFMC) di laman BMKG untuk melihat wilayah rawan terbakar, laman Sipongi Kementerian Kehutanan untuk memantau hotspot, dan aplikasi Wildfire untuk pergerakan asap. Bambang menekankan berulangnya karhutla hingga 2026 lebih banyak disebabkan kendala anggaran dan prioritas daerah, bukan semata faktor cuaca. Pengendalian karhutla menyangkut kesiapan pencegahan, respons lapangan, tata kelola, dan praktik penggunaan api.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait