Karhutla Terus Berulang, Mengapa Kita Masih Sibuk Memadamkan Api?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan masih berkelanjutan hingga akhir Agustus 2026, dengan Nusantara Atlas mencatat sekitar 895.657 hektare lahan terbakar, naik 34 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019. Situasi ini memicu krisis kesehatan masyarakat, bukan sekadar masalah kehutanan. Per 9 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat 113.336 kasus infeksi saluran pernapasan akut di enam belas provinsi, dengan 26.545 kasus pada anak usia 0-5 tahun. Di Sampit, Kalimantan Tengah, kualitas udara mencapai indeks 1.142, jauh melebihi ambang bahaya (300).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 22 September 2026 pukul 19.38
Daftar Lengkap Perusahaan Dicabut Izinnya Usai Kebakaran Hutan
JawaPos · 22 September 2026 pukul 19.00
Akibat Karhutla, Udara di Kalimantan dan Sumsel Dikategorikan Tidak Sehat dan Berbahaya
Detik.com · 22 September 2026 pukul 18.16
Terdampak Karhutla, KLH Sebut Kualitas Udara di Kalteng-Kalsel Berbahaya
Detik.com · 22 September 2026 pukul 18.01
209 Hektare Titik Karhutla di Kalimantan Masih Belum Padam, Ini Kendalanya
Berita terkait
27 Ribu Hektare Terbakar, 50 Perusahaan Pembakar Hutan Disegel
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 06.32
El Nino Masih Berlangsung, Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla Belum Berakhir
JawaPos · 16 September 2026 pukul 20.30
El Nino hingga November, Ini Langkah Pemerintah
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 14.24
Wakapolri Kunjungi Posko Karhutla Kalteng, Pastikan Kesiapan Polri Hadapi Bencana
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 12.49