Pakar Jelaskan Asal-usul Daratan Baru Dekat Gunung Anak Krakatau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Geologi Kementerian ESDM mendeteksi dua daratan baru di sektor barat laut (760m) dan tenggara (495m) Gunung Anak Krakatau setelah erupsi menerus pada 4-6 September 2026. Erupsi selama 25 jam tersebut menambah luas tubuh gunung hingga 32,8 hektare. Keberadaan pulau baru ini dikonfirmasi melalui laporan lapangan dan citra Satelit Sentinel per 23 September 2026.
Pakar mitigasi bencana Daryono menjelaskan bahwa daratan tersebut bukan gunung api baru, melainkan akumulasi material vulkanik seperti abu, batuan, dan lava yang mengendap di dasar laut dangkal kaldera Krakatau. Proses ini dipengaruhi faktor geologis dan oseanografis Selat Sunda. Saat ini, status aktivitas gunung turun ke Level II (Waspada), namun masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah utama dan 1 km dari pulau baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 17.22
2 Pulau Baru Muncul di Sekitar Gunung Anak Krakatau
Detik.com · 24 September 2026 pukul 12.17
Ini 2 Lokasi Pulau Baru yang Muncul Usai Gunung Anak Krakatau Erupsi
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 01.29
Luas Anak Krakatau capai 341,5 hektare, lampaui sebelum longsor 2018
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 12.09
Alert! Gunung Semeru dan Gunung Ibu Erupsi, Abu Capai Ratusan Meter
Berita terkait
Sempat Runtuh 2018, Gunung Anak Krakatau Kini Tumbuh Lagi
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 07.35
Potensi Erupsi gunung Anak Krakatau masih Tinggi
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 15.56
BMKG: Aktivitas Anak Krakatau tak picu anomali gelombang Selat Sunda
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 19.05
Erupsi Anak Krakatau Proses Alami, Akumulasi Magma Membangun Kerucutnya
kumparan · 8 September 2026 pukul 13.50