Sempat Runtuh 2018, Gunung Anak Krakatau Kini Tumbuh Lagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau kini memasuki fase pertumbuhan kembali setelah sebagian tubuhnya runtuh pada Desember 2018. Peristiwa kolaps tersebut menghilangkan material sekitar 0,116 kilometer kubik dan menurunkan ketinggian puncak dari 300 meter menjadi 120 meter, yang kemudian memicu tsunami di Selat Sunda.
Menurut pakar BRIN, proses rekonstruksi dimulai sejak 2019 melalui aktivitas erupsi Strombolian, lava fountain, dan aliran lava yang membentuk kerucut baru di dalam kawah. Pertumbuhan ini berlangsung tidak simetris karena perbedaan kemiringan lereng kaldera bawah laut serta perbedaan kepadatan material penyusun tubuh gunung antara endapan tuf dan lava.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 12.09
Alert! Gunung Semeru dan Gunung Ibu Erupsi, Abu Capai Ratusan Meter
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 16.00
Heboh Kemunculan 'Cucu' Krakatau, Cikal Bakal Gunung Api Baru?
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 01.29
Luas Anak Krakatau capai 341,5 hektare, lampaui sebelum longsor 2018
Detik.com · 25 September 2026 pukul 06.14
Anak Krakatau Ternyata Tumbuh Lagi Setelah Runtuh ke Laut
Berita terkait
BRIN Ungkap Fase Anak Krakatau, Masih Jauh dari Letusan Dahsyat Seperti 1883
Detik.com · 14 September 2026 pukul 14.22
Erupsi Anak Krakatau Proses Alami, Akumulasi Magma Membangun Kerucutnya
kumparan · 8 September 2026 pukul 13.50
Erupsi Anak Krakatau Siaga III, Profesor BRIN Ingatkan Bahaya Tsunami Tanpa Gempa
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 08.00
Pakar Jelaskan Asal-usul Daratan Baru Dekat Gunung Anak Krakatau
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.51