Parah! Gunungan Baju Bekas di Gurun Atacama Terlihat dari Luar Angkasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung baju bekas seberat sekitar 60.000 ton terbentuk di Gurun Atacama, Chili, yang bahkan terlihat dari luar angkasa melalui citra satelit. Pakaian tersebut, termasuk jaket, celana, dan sepatu, berasal dari Amerika Serikat, Eropa, dan Asia, awalnya dikirim untuk dijual kembali di Amerika Latin, tetapi barang yang tidak laku akhirnya dibuang di gurun. Tumpukan ini terus bertambah setiap tahun karena produksi pakaian yang berlebihan dan konsumsi fesyen murah yang cepat berganti tren.
Fenomena ini menjadi simbol dampak industri fast fashion terhadap lingkungan. Sebagian besar pakaian modern terbuat dari serat sintetis seperti poliester dan nilon, yang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai. Selama proses itu, pakaian dapat melepaskan bahan kimia dan mikroplastik ke lingkungan, serta kebakaran sesekali di lokasi berpotensi menghasilkan asap beracun yang mencemari udara.
Dampak limbah fesyen tidak berhenti saat pakaian dibuang oleh konsumen, melainkan berpindah ribuan kilometer melintasi benua. Kondisi ini menunjukkan bahwa beban lingkungan sering ditanggung oleh negara tujuan pembuangan, bukan negara produsen atau konsumen. Sejumlah organisasi dan pemerintah setempat kini berupaya membersihkan kawasan serta mendorong reformasi pengelolaan limbah tekstil.
Bagikan
Berita terkait
Karya Seni Berbahan Limbah Tekstil Hadir di Pameran Purana 17: Renjana Perca
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 16.00
Alasan Warga di Cimahi Pasang Plang 'Rumah Dijual' Serentak
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 17.42
Prabowo Siapkan Skema Tukar Tambah Motor Bensin dengan Motor Listrik
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 17.09
Kunang-Kunang Hilang Satu per Satu, Ahli IPB Ungkap Tanda Petaka
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 18.40