Password di Google Chrome Terancam Bocor Lewat Celah Pass-ta-key
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peneliti keamanan siber dari Unit 42 menemukan celah keamanan pada passkey berbasis Google Chrome yang disebut Pass-ta-key. Serangan ini memungkinkan peretas untuk memanipulasi titik akhir dan mengelabui situs web agar mengira passkey pengguna asli padahal sudah dibajak. Namun, syarat utama serangan ini adalah mesin Windows korban harus sudah terinfeksi oleh malware. Komputer yang bersih tidak akan rentan saat passkey digunakan.
Unit 42 merinci tiga jalur serangan. Metode pertama, Pass-ta-key dasar, melibatkan pengambilalihan akun menggunakan malware dan mengekspor kunci identitas ke disk. Metode kedua, Silver Pass-ta-key, menipu pengelola kata sandi agar menganggap pengguna telah membuka kunci perangkat menggunakan biometrik. Metode ketiga dan paling berbahaya, Golden Pass-ta-key, menargetkan proses enkripsi Security Domain Secret (SDS) yang masih terekspos di memori proses Chrome. Malware dapat mencuri data ini dan mengumpulkan seluruh database passkey pengguna.
Serangan Golden Pass-ta-key sangat fatal karena SDS yang dicuri bertindak sebagai cetak biru, memungkinkan peretas untuk mendekripsi setiap passkey yang dibuat di masa mendatinya. Unit 42 telah menghubungi Google untuk melaporkan eksploitasi ini. Meskipun temuan ini mengkhawatirkan, passkey pada dasarnya masih dianggap lebih aman dibandingkan kata sandi tradisional karena menghilangkan kebutuhan kata sandi dan menggunakan tanda tangan biometrik.
Bagikan
Berita terkait
Serangan Siber Sasar Sistem Pajak Prancis, 678.000 Pengguna Terdampak
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 02.15
Alarm Bahaya! Bank-Bank Siaga Hadapi Petaka Besar
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.45
Pertumbuhan Digital Harus Diikuti Kesiapan Menjaga Keamanan Data dan Sistem
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.17
Urgensi Investasi Keamanan Siber: Dari Teknis ke Meja Direksi
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 13.24