PBB Kasih Peringatan Keras, Satu Dunia Diminta Segera Bertindak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memperingatkan para pemimpin dunia untuk segera mengawasi perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi menimbulkan risiko masif. Guterres menekankan bahwa pengawasan ketat AI menjadi agenda krusial dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York. Ia menyalahkan kekhawatiran yang disampaikan peneliti seperti Jacob Coxon dari Anthropic yang mundur karena takut sistem AI dapat memicu kepunahan massal. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim regulasi AI yang ada sudah cukup dan menganggap kekhawatiran itu tidak perlu. PBB telah membentuk dewan penasihat AI global dengan 39 anggota dan berencana sidang khusus di Dewan Keamanan terkait AI. Guterres menuntut kanal komunikasi intensif, pertukaran informasi transparan, serta standar pengaman bersama antar-negara untuk mencegah persaingan tidak sehat dalam pengembangan AI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.16
Benarkah AI Bisa Musnahkan Umat Manusia? Ini Kata Bapak AI Dunia
Media Indonesia · 18 September 2026 pukul 06.20
Raja Charles Peringatkan Bahaya AI, Minta Teknologi Tetap Layani Kemanusiaan
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 18.15
Zuckerberg Tak Setuju AI Direm, Sebut Perusahaan Bisa Jaga Diri
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 16.20
CapCut Tembus 660 Juta Pengguna, Perkuat Ekosistem Kreator dengan AI
Berita terkait
Dunia Dalam Bahaya Besar Gara-Gara Amerika, Eropa Langsung Bertindak
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 19.20
Debat Regulasi AI di AS Memanas: Inovasi atau Ancaman
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.34
CEO Nvidia Jensen Huang Tolak Regulasi AI, Manusia Masih Bisa Kontrol AI
kumparan · 17 September 2026 pukul 15.11
Ancaman Nyata AI bukan Kiamat Robot, Melainkan Penyalahgunaan Manusia
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 13.59