Zuckerberg Tak Setuju AI Direm, Sebut Perusahaan Bisa Jaga Diri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

CEO Meta Mark Zuckerberg menolak seruan untuk AI direm secara koordinasi industri. Ia berargumen bahwa persaingan dan risiko tanggung jawab hukum sudah cukup memberi insentif perusahaan untuk mengatur keamanan AI secara mandiri. Zuckerberg menekankan setiap laboratorium harus menentukan kecepatan pengembangan aman tanpa menunggu kesepakatan bersama. Ia menyebut kepercayaan dan alignment sebagai kemampuan kunci membedakan model AI, serta mengungkapkan Meta telah menggunakan evaluator independen untuk pengujian sistem. Contoh keputusan Meta menunda peluncuran agen AI Muse pada awal tahun ini demi keamanan. Perbedaan pendapat ini muncul setelah CEO Anthropic Dario Amodei seruan perlambatan pengembangan model AI, didukung oleh Sam Altman (OpenAI) dan Elon Musk (xAI).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 16.40
Mark Zuckerberg Peringatkan Rival soal Keamanan AI dan Risiko Hukum
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 20.00
10 Miliarder Termuda Forbes 400: Dari Cucu Walmart hingga Pengusaha AI
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 17.20
Data Warga RI Dipakai Asing Latih AI, Langgar Aturan atau Tidak?
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 16.17
OpenAI Beberkan Kasus-kasus AI Bisa Mengendalikan Manusia
Berita terkait
Tak Mau Diatur, Pemilik WhatsApp dan Instagram Telepon Presiden
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 17.00
Zuckerberg Bela AI dari Isu Kiamat Lapangan Kerja: Tak Perlu Takut
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.25
Benarkah AI Bisa Musnahkan Umat Manusia? Ini Kata Bapak AI Dunia
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.16
Percepatan AI tidak Terkendali Dapat Punahkan Manusia? Ini Pro Kontranya
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 15.45