Perang di Timur Tengah Bisa Ganggu Kabel Laut dan Internet Asia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perang dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi mengganggu kabel laut internasional yang menjadi tulang punggung internet global, termasuk konektivitas ke Asia. Menurut Budi Satria Dharma Purwa, Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia, konflik di kawasan seperti Selat Hormuz dan Laut Merah dapat menyebabkan gangguan yang menjalar hingga ke Asia jika banyak kabel terkonsentrasi di satu jalur. Hal ini menjadi risiko besar karena ketergantungan tinggi terhadap infrastruktur kabel laut di kawasan tersebut.
Di balik risiko tersebut, Indonesia berpeluang menjadi rute alternatif konektivitas global. Pengembangan kabel Bifrost, yang menghubungkan Singapura dan Amerika Serikat melalui jalur yang menghindari Laut China Selatan, menjadi contoh berhasil. Budi menyatakan bahwa permintaan akan rute alternatif ini sangat tinggi, terutama dari perusahaan Amerika Serikat, sehingga memberikan keuntungan bagi Indonesia.
Selain itu, kerawanan di Selat Hormuz dan Laut Merah membuka peluang bagi negara-negara Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan Bangladesh untuk menggunakan jalur melalui Indonesia menuju Amerika Serikat. Menurutnya, keberhasilan menjadikan Indonesia sebagai regional connectivity hub tidak hanya akan meningkatkan investasi, tetapi juga memberikan ketahanan (resiliency) bagi infrastruktur konektivitas dunia. Fokus kini beralih dari sekadar jumlah kabel ke keragaman rutenya agar gangguan pada satu titik tidak berdampak luas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 12.00
Iran Peringatkan Kapal yang Melanggar Aturan Lintas Selat Hormuz Berisiko Ditahan atau Disita
Berita terkait
Gara-gara AI, Kabel Laut Dibangun 5 Tahun Habis dalam Setahun
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 22.30
Indonesia, Turki dan 10 Negara Kecam Serangan Israel di Suriah
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 21.51
Iran Bakal Gunakan Senjata Lebih Presisi Jika Perang Kembali Pecah
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.50
Presiden Trump Umumkan Operasi Ekonomi Terhadap Iran
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 07.00