Presiden Trump Umumkan Operasi Ekonomi Terhadap Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (20/8) mengumumkan sanksi ekonomi yang ia sebut sebagai 'operasi ekonomi paling melumpuhkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun' terhadap Iran. Dalam pernyataan di platform Truth Social-nya, Trump menyatakan AS akan memutus saluran keuangan dan perdagangan yang mendukung perekonomian Iran. Ia juga memperingatkan bahwa negara atau entitas yang membantu Iran melalui layanan keuangan, bisnis, bandara, atau pemerintah akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat. Trump menyebutkan aktivitas yang akan diblokir antara lain penyelundupan minyak, fasilitas pertukaran keuangan, transfer uang tunai, tempat penukaran mata uang, registrasi kapal, dan penggunaan perusahaan boneka. Ia menegaskan bahwa semua aktivitas tersebut harus dihentikan segeri ja. Pernyataan ini dilontarkan sebagai bagian dari upaya AS untuk mengisolasi Iran secara internasional dan menekan pemerintah Tehran agar kembali ke meja perundingan untuk kesepakatan nuklir. Sebelumnya, Trump pernah menyatakan bahwa tidak ada yang lebih memberi kesempatan kepada Iran kecuali dirinya, namun Iran dinilai telah gagal memanfaatkan kesempatan tersebut. Langkah ini juga sejalan dengan posisi Trump yang konsisten menentang kesepakatan nuklir Iran yang dilakukan pada 2015 dan ingin mengganti dengan kesepakatan baru yang lebih menguntungkan bagi AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.50
Iran Bakal Gunakan Senjata Lebih Presisi Jika Perang Kembali Pecah
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.37
Iran Sudah Babak Belur Dihajar Amerika, tetapi Mengklaim Punya Senjata Rahasia
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.22
IRGC: Iran Siapkan Senjata Presisi Lebih Dahsyat jika Perang Pecah
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 21.35
Iran Akan Balas dengan Cara Serupa ketika AS Gunakan Senjata Nuklir
Berita terkait
AS akan Merespons Serangan Iran Terhadap Pasukannya di Timur Tengah
VOI · 1 September 2026 pukul 08.00
Menlu Araghchi Sebut Netanyahu Menipu AS Agar Terlibat Perang dengan Iran
VOI · 1 September 2026 pukul 06.00
Presiden Pezeshkian Sebut Melanjutkan Perang dengan AS Tidak Sejalan dengan Kepentingan Iran
VOI · 1 September 2026 pukul 05.00
Presiden Trump Mengatakan Iran Harus Menyerah untuk Mengakhiri Perang
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 08.00