Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perang Siber Ancam Kedaulatan Nasional, Wamendiktisaintek Imbau Setiap Individu Jaga Data

Perang siber mengancam kedaulatan nasional Indonesia di era digital. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan kedaulatan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan bangsa ini mengelola dan melindungi datanya. Terdapat tiga prinsip utama dalam tata kelola data nasional yang harus diperhatikan: pengumpulan data, penyimpanan data, dan penggunaan data.

Kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor pendorong utama keberhasilan kedaulatan data, lebih penting daripada pembangunan infrastruktur fisik siber. Stella menekankan keamanan siber bukan semata-mata tanggung jawab Kementerian Komunikasi dan Digital atau lembaga pemerintah, melainkan setiap individu yang berinteraksi dengan teknologi digital. Setiap aktivitas daring seperti memperbarui status di WhatsApp atau Instagram merupakan penyumbang data yang wajib dijaga pola penggunaan, penyimpanan, dan pengumpulannya.

Peluncuran ITSEC Cyber & AI Academy di Jakarta bertujuan mencetak ekosistem talenta baru di bidang siber dan kecerdasan buatan. CEO ITSEC Asia Patrick Rudolf Dannacher menyatakan pelatihan ini untuk menutup risiko keamanan siber saat ini sekaligus membekali talenta dengan AI untuk menghadapi kemungkinan di masa depan. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri diperlukan untuk pengembangan talenta digital masif guna meminimalisasi potensi kebocoran data dan serangan siber.

Berita terkait