Top 3 Tekno: Perang Siber Ancam Kedaulatan Nasional Jadi Sorotan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9320371/original/018798600_1786347441-Stella.jpeg)
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan bahwa kedaulatan Indonesia di era digital bergantung pada kemampuan mengelola dan melindungi data dari serangan siber. Menurutnya, tiga prinsip utama tata kelola data nasional meliputi pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan data. Stella menekankan bahwa faktor kunci keberhasilan bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengelola data dengan aman.
Dalam perkembangan teknologi, pengisian daya nirkabel pada ponsel pintar semakin umum, namun penggunaan casing yang tidak tepas dapat menghambat proses pengisian dan menyebabkan panas berlebih. Casing yang terlalu tebal, mengandung logam, atau digunakan bersama aksesori seperti grip dapat mengurangi efisiensi pengisian nirkabel.
Laporan keamanan Akamai menunjukkan bahwa adopsi kecerdasan buatan (AI) di sektor korporat membuka celah baru untuk serangan siber. Praktik shadow AI dan ekstensi peramban yang tidak terotorisasi menjadi ancaman signifikan. VP Akamai Or Eshed menyarankan agar tim keamanan siber beralih dari pemblokiran AI ke pengelolaan penggunaannya secara berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Kemerdekaan di Era AI: Berdaulat atas Data, Tangguh sebagai Bangsa
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 20.55
Perang Siber Ancam Kedaulatan Nasional, Wamendiktisaintek Imbau Setiap Individu Jaga Data
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.41
Google Luncurkan Gemini 4 Argon, Dorong Persaingan AI ke Pertahanan Siber
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 21.16
Dunia Dalam Bahaya, Layanan Pembayaran Global Sudah Siaga Penuh
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 17.25