Perang Timur Tengah Ancam Kabel Internet, RI Bisa Untung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perang di Timur Tengah berpotensi mengganggu kabel laut internasional yang melewati Selat Hormuz dan Laut Merah, dengan dampak menyebar ke Asia. Telkom Indonesia mengungkapkan risiko ini dalam konferensi BATIC 2026, sekaligus menyoroti peluang Indonesia sebagai rute alternatif. Proyek Bifrost, kabel Singapura-Amerika Serikat yang menghindari Laut China Selatan, menunjukkan permintaan tinggi dan memberi keuntungan kepada Indonesia. Dengan konektivitas global yang lebih bervariasi, Indonesia dapat menjadi hub konektivitas regional, menarik investasi lebih banyak. CEO Telin menekankan pentingnya redundantensi jalur, terutama untuk kebutuhan AI yang tidak boleh putus total.
Bagikan
Berita terkait
China Perketat Aturan Perbatasan, Warga Taiwan Terancam Dilarang Keluar
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 08.11
Medvedev Sebut Perluasan NATO Ancaman Eksistensial bagi Rusia
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 21.08
AS Ditinggal Asia? Iran Mulai Merapat
Warta Ekonomi · 25 Agustus 2026 pukul 19.41
AS Perketat Sanksi Ekonomi Iran, Targetkan 5 Sektor Vital dan 60 Entitas
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 13.59