AS Ditinggal Asia? Iran Mulai Merapat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran mulai meninjau kemungkinan bergabung dalam Pakta Makkah, kesepakatan pertahanan trilateral antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan yang ditandatangani pada 7 Agustus 2026. Pakta ini mengandung klausula pertahanan bersama yang menghubungkan agresi terhadap satu anggota sebagai serangan terhadap tiga negara tersebut. Di Iran, pakta ini dipandang sebagai indikasi penurunan ketergantungan negara Timur Tengah terhadap Amerika Serikat, menurut Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohsen Rezaei. Iran telah menerima undangan untuk bergabung namun belum memberikan tanggapan resmi.
India juga mencermati dampak Pakta Makkah karena keterlibatan Pakistan. Mantan Komisaris Tinggi India untuk Pakistan, Ajay Bisaria, menilai dampak geopolitik pakta tersebut masih terbatas dan tidak jauh berbeda dari pengaturan pertahanan Arab Saudi-Pakistan sebelumnya. Penilaian serupa disampaikan mantan anggota Sekretariat Dewan Keamanan Nasional India, Tara Kartha, yang menyatakan India tidak perlu melihat pakta sebagai ancaman langsung.
Beberapa pakar menilai pembentukan Pakta Makkah sebagai bagian dari upaya Arab Saudi melakukan diversifikasi kemitraan keamanan akibat ketidakpastian peran Amerika Serikat sebagai penjamin keamanan kawasan. India perlu memperkuat hubungan bilateral dengan Arab Saudi dalam bidang keamanan, intelijen, dan ekonomi untuk menjaga kepentingan strategis di kawasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 13.59
AS Perketat Sanksi Ekonomi Iran, Targetkan 5 Sektor Vital dan 60 Entitas
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 07.05
Iran Temukan 7,50 Triliun Kaki Kubik Gas Alam di Tengah Perang Melawan AS
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 23.47
Iran Tak Akan Biarkan Setetes Pun Minyak Keluar dari Teluk Persia dan Selat Hormuz
Berita terkait
Trump Ancam Negara yang Bantu Iran, Seberapa Ampuh Sanksi AS?
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.45
Harga Minyak Terbang Usai Menteri Keuangan AS Ancam Iran
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 08.20
Iran: Perang Ekonomi Total AS akan Jadi Senjata Makan Tuan
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 20.31
Harga Minyak Brent Tembus USD 92 per Barel, Dipicu Gejolak Pasokan dan Konflik Iran
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 12.30