Peringatan Keras Ratusan Ilmuwan: Lautan Memanas Gila-gilaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Laporan Copernicus Ocean State Report kesepuluh oleh lebih dari 100 ilmuwan internasional memperingatkan lautan dunia memanas pada tingkat mengkhawatirkan. Lautan menyerap 90% kelebihan panas dari pembakaran bahan bakar fosil, dengan laju pemanasan berlipat ganda 20 tahun terakhir. Suhu permukaan laut mencapai rekor tertinggi pada 2023, 2024, dan 2026. Tahun lalu, lautan menyerap tambahan panas sebesar 23 zettajoule, setara energi 12 bom Hiroshima yang meledak setiap detik selama setahun penuh.
Pemanasan laut memicu gelombang panas laut, memperkuat badai, merusak ekosistem laut, serta meningkatkan laju kenaikan permukaan laut sekitar 3,8 milimeter per tahun sejak 1999. Keasaman laut meningkat 17% sejak 1985, menghanckan ekosistem bawah laut dan menghambat pembentukan cangkang hewan laut seperti tiram dan terumbu karang.
Wilayah Mediterania dan Laut Hitam mengalami rekor gelombang panas laut pada 2024 dengan suhu lebih dari 4,6 derajat Celsius di atas rata-rata. Arktik mengalami pemanasan cepat dengan penurunan 190.000 mil persegi permukaan es per dekade, setara kehilangan daratan seluas Spanyol setiap 10 tahun.
Bagikan
Berita terkait
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Fisik dan Mental Manusia, Ini Kata Studi Terbaru
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 23.58
Perubahan Besar Terjadi di Laut, Kebakaran dan Badai di Mana-Mana
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.40
Bumi Menunjukkan Tanda-tanda Kehancuran seperti 252 Juta Tahun Lalu
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 20.56
Pakar Sebut Potensi El Nino "Pecah" pada Oktober-Desember
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 12.30