Bumi Menunjukkan Tanda-tanda Kehancuran seperti 252 Juta Tahun Lalu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Universitas Stanford mengungkap bahwa pemanasan lautan dan penipisan oksigen – dua faktor utama kepunahan massal Permian sekitar 252 juta tahun lalu – kembali muncul akibat perubahan iklim saat ini. Pada masa itu, letusan gunung berapi besar memicu pelepasan gas rumah kaca masif yang meningkatkan suhu global secara drastis, sehingga memusnahkan sekitar 90% spesies laut dan 70% spesies vertebrata darat. Bencana tersebut menjadi kepunahan massal terbesar dalam catatan sejarah kehidupan di Bumi.
Para peneliti menemukan bahwa organisme purba yang sebelumnya mendominasi dasar laut memiliki keterbatasan dalam menoleransi lingkungan rendah oksigen, khususnya saat mereka dalam kondisi aktif. Keunggulan adaptif mereka hampir sepenuhnya hilang saat harus bergerak atau mencari makan, membuat mereka sangat rentan terhadap kombinasi pemanasan laut dan penipisan oksigen. Setelah bencana tersebut, spesies yang lebih modern seperti moluska, ikan, bintang laut, dan landak laut secara bertahap menggantikan dominasi organisme purba. Temuan ini dipublikasikan pada 30 Juli dan relevan dengan kondisi lautan akibat perubahan iklim saat ini.
Bagikan
Berita terkait
Ilmuwan Temukan Spesies Penguin Baru, Pertama dalam 100 Tahun
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 08.30
Mendikdasmen Berharap OPSI 2026 Picu Lahirnya Riset Pelajar dan Bersiap Hadapi Perubahan Iklim
JawaPos · 27 September 2026 pukul 14.45
11,3 Triliun Ton Es Greenland dan Antarktika Mencair, Pertanda Apa?
CNN Indonesia · 27 September 2026 pukul 08.25
Neraka Bocor Hantam Bumi, Ilmuwan Teriak Kiamat di Depan Mata
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 06.20