Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Mark Zuckerberg Peringatkan Rival soal Keamanan AI dan Risiko Hukum

CEO Meta Mark Zuckerberg menegaskan tanggung jawab industri dalam mengembangkan kecerdasan buatan (AI) yang aman, berbeda dengan para pesaingnya yang mendesak intervensi pemerintah atau perlambatan pengembangan secara kolektif. Zuckerberg memperingatkan bahwa perusahaan yang gagal memastikan keamanan dan penyelarasan (alignment) sistem AI dapat menghadapi kewajiban hukum yang signifikan. Ia mencontohkan langkah nyata Meta dengan menunda rilis agen AI Muse untuk memperkuat keamanan, tanpa menunggu kesepakatan industri.

Pernyataan Zuckerberg muncul setelah CEO Anthropic Dario Amodei, CEO OpenAI Sam Altman, dan pemilik xAI Elon Musk mendesak perlambatan pengembangan AI. Sementara Presiden Donald Trump dan CEO Nvidia Jensen Huang cenderung meremehkan risiko, mengutamakan kompetisi teknologi global dengan Tiongkok. Kemkomdigi juga pernah memanggil Meta terkait penonaktifan massal akun WhatsApp, yang diakui sebagai kesalahan sistem global.

Baru-baru ini, Meta setuju membayar hingga US$18 miliar (Rp277 triliun) untuk menyelesaikan gugatan terkait dampak adiktif Facebook dan Instagram pada anak-anak. Di sisi lain, aktivis keselamatan AI berhasil melobby Kongres AS, termasuk Bernie Sanders, untuk mengakui risiko AI tingkat tinggi yang berpotensi menyebabkan kepunahan manusia. Meski seruan keamanan muncul, Wall Street tetap memborong saham teknologi AI secara agresif.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait