Perusahaan Bisa Bangkrut Kalau Pakai AI, CEO Microsoft Sudah Ingatkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

CEO Microsoft Satya Nadella memperingatkan perusahaan agar tidak terlalu bergantung pada kecerdasan buatan (AI) karena berisiko kehilangan kendali atas data sensitif mereka. Ia mengatakan perusahaan yang tidak memiliki kendali penuh atas datanya tidak akan bertahan lama karena pada dasarnya sedang mengalihdayakan proses berpikir perusahaan kepada pihak ketiga. Nadella menyarankan perusahaan menyimpan data tentang cara karyawan menggunakan alat AI agar nantinya bisa melatih model AI open-weight milik sendiri.
Nadella juga mengimbau perusahaan untuk beralih dari agentic AI berbasis closed-source ke platform open-source yang fleksibel. Dengan memisahkan framework dan konteks dari model AI, perusahaan bisa menggunakan berbagai model sesuai kebutuhan dan mengganti atau menghapus model kapan saja tanpa kehilangan kendali. Ia menegaskan bahwa perusahaan sebaiknya mulai meninggalkan ketergantungan pada satu vendor AI tertutup.
Sebelumnya, Nadella juga peringatkan bahwa pengguna AI tanpa sadar membayar dua kali: sekali dengan uang untuk token, dan sekali lagi dengan data serta pengetahuan eksklusif perusahaan. Makin tinggi performa AI yang diharapkan, makin banyak pula pengetahuan internal yang harus diserahkan, sehingga biaya tersembunyi ini bisa terus meningkat.
Bagikan
Berita terkait
NYT Sebut OpenAI dan Microsoft Lakukan Pencurian Konten Berita Terbesar dalam Sejarah
Media Indonesia · 18 September 2026 pukul 07.54
OpenAI hingga Microsoft Kompak Peringatkan Ancaman Serangan Siber Berbasis AI
JawaPos · 29 Agustus 2026 pukul 19.31
Nvidia Siap Akuisisi Hugging Face
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 15.00
Peringatan Buat Amerika, China Sudah Tak Bisa Dikalahkan
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 18.00