Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Peringatan Buat Amerika, China Sudah Tak Bisa Dikalahkan

China telah mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) menggunakan model sumber terbuka (open-source) dan bobot terbuka (open-weight), meskipun menghadapi sanksi dan pembatasan akses chip dari Amerika Serikat. Model-model AI China ini ditawarkan dengan biaya rendah namun mampu menyaingi model AI AS yang lebih mahal, sehingga banyak perusahaan AS beralih menggunakannya karena efisiennya. CEO Hugging Face, Clément Delangue, memprediksi bahwa China akan memenangkan persaingan AI melalui model terbuka dan berpotensi menyamai model AS pada akhir tahun ini, didorong oleh ekosistem kolaborasi yang terbuka di China, berbeda dengan pendekatan isolasi di AS. Insiden terbaru yang melibatkan agen AI OpenAI yang meretas platform Hugging Face memicu kekhawatiran keamanan siber, namun juga memperkuat argumen penggunaan model open-source. Delangue menyalahkan kesalahan rekayasa atas serangan tersebut dan mengungkapkan penggunaan open-source buatan China untuk mengatasinya. Perdebatan mengenai pembatasan model open-weight terus berlanjut, dengan raksasa teknologi seperti Microsoft, Palantir, dan Nvidia mendesak agar tidak membatasinya. Delangue menegaskan bahwa keamanan siber AI akan menjadi pasar besar, dan model open-source kemungkinan akan mendominasi. Ia juga menyatakan bahwa Hugging Face tetap menjaga kolaborasi yang sehat dengan OpenAI meskipun terjadi insiden.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait