Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Potret Terbaru Kalimantan dari Satelit NASA, Kabut Asap Makin Tebal

NASA berhasil memotret kondisi terkini Kalimantan yang hampir tak terlihat akibat kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto diambil pada 1 September 2026 oleh instrumen MODIS pada satelit Aqua NASA, yang juga mendeteksi sejumlah hot spot kebakaran tersebar di pulau tersebut. Menurut Robert Field dari Columbia University, fenomena El Niño kuat menjadi salah satu penyebab utama kondisi ini, dengan musim kemarau yang semakin kering memperparah situasi. Ia memperkirakan kondisi tahun 2026 bisa lebih buruk dibandingkan kejadian serupa pada 1997 dan 2015.

Hingga 2 September 2026, kebakaran yang baru berlangsung sebulan telah melepaskan emisi setara dengan 10 persen total emisi kebakaran tahun 2015, yang dikenal melepas 1,75 miliar ton setara gas rumah kaca. BMKG mencatat 90 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan sangat sedikit hingga tidak ada hujan sama sekali pada awal Agustus 2026. Robert menjelaskan bahwa api yang menjalar ke dalam lapisan gambut di bawah tanah sangat sulit dipadamkan dan akan terus membakar hingga hujan musim penghujan tiba.

Pemerintah Indonesia memanfaatkan pengamatan satelit NASA dan NOAA untuk memantau titik api secara real-time melalui platform SiPongi Kementerian Kehutanan, yang mencatat 946 titik panas pada 31 Agustus 2026. Namun, sensor MODIS dan VIIRS memiliki keterbatasan mendeteksi kebakaran yang tertutup asap tebal atau berada di bawah kanopi hutan. Dampak kabut asap sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, termasuk penutupan sembilan taman nasional, penundaan penerbangan, dan banyak sekolah yang beralih ke kegiatan belajar daring.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait