Proyek 'Misterius' China Lahirkan Hewan Yak Tibet Hasil Kloning
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ilmuwan China mengkloning yak Tibet di laboratorium rahasia di ketinggian 4.000 mdpl. Proyek ini bertujuan menciptakan kawanan yak 'elit' yang lebih sehat dan subur, serta membantu konservasi yak liar yang terancam punah. Yak hasil kloning pertama lahir pada Juli 2025, dan peneliti menargetkan lebih dari 100 ekor pada 2028. Proses kloning melibatkan transfer nukleus dari sel somatik yak donor ke sel telur yang telah dihilangkan nukleusnya, lalu embrio ditanam ke induk pengganti. Sepuluh klon berikutnya lahir secara alami dan tumbuh sehat. Populasi yak menurun lebih dari sepertiga dalam 30 tahun terakhir, kini hanya tersisa 10.000–20.000 ekor akibat perubahan iklim dan degradasi habitat. Selain untuk industri domestik, peneliti juga berupaya mengkloning yak liar dari sampel sel hewan mati. Hingga April 2025, lebih dari 200 embrio yak liar telah diciptakan, namun belum ada laporan kelahiran. Proyek ini menuai kekhawatiran etika dan kurangnya transparansi, karena sebagian besar informasi hanya berasal dari media pemerintah China.
Bagikan
Berita terkait
Kisah Panchen Lama ke-11 yang Hilang Jadi Sorotan di Tengah Perselisihan China-Dalai Lama
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 08.00
Lukisan Cadas Berusia 2.000 Tahun Ini Diduga Digambar Pakai Darah Manusia
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.45
Penjualan Kendaraan Energi Baru China Tembus 60 Persen pada Juli
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 00.05
Pengadilan AS Minta Penempatan DJI di Daftar Hitam Pentagon Ditinjau Ulang
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 21.30