China Hentikan Operasi SAR di Tibet, Banjir Susulan Mengancam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah perbatasan Tibet dan Nepal setelah banjir dan longsor menyebabkan 472 orang tewas dan lebih dari 1.400 orang masih hilang. Langkah ini diambil karena ancaman banjir baru akibat danau baru yang terbentuk dari longsor berpotensi jebol dan menyebabkan banjir bandang ke wilayah hilir. Meskipun ratusan orang diduga masih terperangkap di bawah material longsor, seluruh tim penyelamat diminta untuk bersiaga di tempat dan menunggu instruksi lebih lanjut. Otoritas China menyatakan bahwa tim penyelamat telah menjangkau lokasi yang paling terdampat, namun harus mundur satu kilometer karena meningkatnya risiko bencana susulan. Penghentian operasi ini menandai kesulitan dalam upaya evakuasi di kawasan yang masih rawan dan terancam banjir bandang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 06.05
Update Banjir Bandang Nepal: Peringatan Baru, 2 Danau Terancam Jebol
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 13.01
Fakta-fakta Banjir Dahsyat dan Tanah Longsor di Nepal
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 10.50
Update Banjir Nepal: 392 Tewas dan 1.4678 Hilang, Ini Daftar 35 Negara yang Kehilangan Warganya
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 20.03
Tiba di Lokasi Longsor Tibet, PM Tiongkok Li Qiang Sebut 550 Orang Masih Hilang
Berita terkait
Viral Warga Sukabumi Mengeluh 2 Tahun Terlantar Pascabanjir-Longsor
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 15.05
Banjir & Longsor di Filipina, 15 Orang Tewas, 8 Hilang
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 09.19
Longsor Bentuk Danau Baru di China-Nepal, Banjir Susulan Mengintai
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 10.35
Ratusan Tewas dan Hilang Akibat Banjir di Nepal, Penyebabnya Diyakini Es yang Mencair
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 19.32