Raksasa Kebanggaan China Masuk Daftar Hitam, Begini Responsnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

ChangXin Memory Technologies (CXMT), produsen chip memori China, menggugat Departemen Pertahanan AS (Pentagon) di Pengadilan Distrik AS setelah dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang dituding membantu militer China. Gugatan diajukan pada 28 Agustus 2026 di Pengadink Distrik Columbia. CXMT membantah memiliki keterkaitan dengan militer China dan menegaskan bahwa chip DRAM-nya digunakan untuk keperluan sipil dan komersial. Pentagon menetapkan CXMT sebagai perusahaan militer China pada masa pemerintahan Joe Biden, lalu tetap mempertahankannya pada masa Donald Trump melalui pembaruan pada Juni 2026.
Dampak pencantuman ini, menurut CXMT, menyebabkan kerugian reputasi dan komersial sejak pertama kali ditetapkan pada Januari 2025. Perusahaan menilai keputusan Pentagon sebagai tindakan sewenang-wenang tanpa dukungan bukti yang cukup dan melanggar haknya atas proses hukum. Pentagon enggan memberikan komentar terkait litigasi yang sedang berjalan.
CXMT merupakan produsen DRAM terbesar di China, dengan chip yang digunakan dalam berbagai perangkat elektronik seperti smartphone, komputer, server, dan sistem kecerdasan buatan. Kinerja bisnisnya tengah melonjak, dengan pertumbuhan pendapatan 874% pada paruh pertama tahun ini. Namun, status dalam daftar Pentagon berpotensi menghambat ambisiusnya untuk masuk ke pasar AS di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 04.29
Produsen Chip CXMT Gugat Pentagon Soal Daftar Militer China
Berita terkait
Nvidia Bantah Siapkan Chip AI Khusus China untuk Akhir Tahun
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 11.05
China dan Amerika Berebut Chip, Harga Langsung Naik Gila-Gilaan
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.00
Pengadilan AS Minta Penempatan DJI di Daftar Hitam Pentagon Ditinjau Ulang
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 21.30
Krisis 2026 Menggila, Perusahaan China Justru Dulang Cuan
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 19.30