Riset: Adopsi AI dan Otomatisasi di Frontline Bisa Dongkrak Laba hingga Ratusan Miliar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4208763/original/090133300_1667177338-publikasi_1667133757_635e713ded028.jpeg)
Zebra Technologies Corporation, bersama Oxford Economics, merilis riset global yang menunjukkan modernisasi alur kerja untuk pekerja frontline dapat meningkatkan profitabilitas dan pengalaman pelanggan di sektor ritel, manufaktur, serta transportasi dan logistik (T&L). Integrasi kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan data real-time memberikan dampak finansial yang terukur, dengan contoh seperti 50% pemimpin manufaktur yang berencana memodernisasi menempatkan AI sebagai prioritas utama, dan minat AI di T&L naik hampir tiga kali lipat.
Zebra juga diakui oleh Wall Street Journal sebagai salah satu dari 10 perusahaan terbaik untuk kesiapan AI. CTO Zebra, Tom Bianculli, menekankan bahwa integrasi AI ke dalam workflow harian dapat menyederhanakan kompleksitas operasional dan membuka produktivitas baru.
Di Indonesia, Country Manager Zebra, Eric Ananda, menyatakan tantangan utama adalah kesiapan integrasi, bukan akses teknologi. Riset PwC mengungkap 96% pengguna generative AI harian di Indonesia melaporkan peningkatan produktivitas, sehingga diperlukan data terpercaya, visibilitas real-time, dan otomatisasi untuk mengatasi bottleneck distribusi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.25
6.000 CEO Ungkap Fakta Tak Terduga, AI Ternyata Tak Berguna
Berita terkait
Karyawan OpenAI Mengeluh Kerjanya Makin Berat Gara-gara AI
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.09
Penerapan K3 yang Benar Kunci Tingkatkan Loyalitas dan Produktivitas Sawit
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 01.20
Mesin Uang Baru China Bernilai Rp 3.000 Triliun, Amerika Minggir Dulu
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.15
AI Ubah Cara Mahasiswa Belajar, Riset, dan Mengerjakan Tugas
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 22.12