Satelit Lampung-1 Sukses Meluncur dari China, Roket Terbang dari Kapal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Satelit Lampung-1 berhasil diluncurkan dari atas kapal di perairan dekat Shandong, China, menggunakan roket buatan Star Vision. Peluncuran ini disiarkan langsung di akun LinkedIn perusahaan tersebut. Satelit ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, BRIN Indonesia, Uzcosmos Uzbekistan, dan Star Vision. Roket berhasil meluncur mulus membawa satelit Lampung-1 dan satelit Samarkand milik Uzbekistan.
Lampung-1 dilengkapi dengan teknologi pencitraan hiperspektral multi-band dan komputasi AI, memungkinkan pemrosesan data langsung di orbit. Satelit ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kelautan, penguatan tata kelola lingkungan, dan kolaborasi industri di Lampung. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan satelit dapat digunakan untuk mendeteksi banjir, longsor, kebakaran hutan, serta memantau kondisi sungai, pantai, ekosistem laut, dan mendeteksi pencemaran.
Biaya pengembangan satelit ditanggung penuh oleh Star Vision Aerospace, bukan menggunakan APBD Lampung. Pemanfaatan satelit juga mencakup mendukung petani dan pemerintah terkait panen melalui data berbasis. "Semuanya berbasis data," ujar Mirza.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 15.56
Satelit Lampung-1 Meluncur ke Orbit dari China, Apa Saja Fungsinya?
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 13.02
Satelit Lampung-1 Mengorbit dari Lepas Pantai China
- satelit lampung-1
- peluncuran roket
- teknologi hiperspektral
- kolaborasi internasional
- pengawasan lingkungan
Berita terkait
Serba-serbi Satelit Lampung-1 Berbasis AI, Ini Fungsi dan Manfaatnya
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 16.16
Polri Tangkap DPO Judi Online di Thailand, Perputaran Hingga Uang Rp1 Triliun
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 21.45
Perluas Akses Digital, Indonesia-Rusia Tingkatkan Kolaborasi Satelit dan AI
JawaPos · 25 September 2026 pukul 07.16
Sinergi AirNav-CAAS untuk Tingkatkan Layanan Lalin Udara RI-Singapura
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 18.59