Satelit NASA Ungkap Kondisi Sebenarnya Kebakaran di Kalimantan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Satelit Aqua NASA merekam citra pada 1 September 2026 yang menunjukkan kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menutupi sebagian besar wilayah Indonesia dan Malaysia. NASA mengonfirmasi bahwa kebakaran masih aktif meski Indonesia sedang mengalami kondisi kekeringan yang parah dan meluas. Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut tropis, yang memiliki karakteristik berbeda karena api dapat membara perlahan di bawah permukaan tanah dan menghasilkan polusi udara dalam jumlah besar. Akibarnya, kebakaran di lahan gambut sulit dipadamkan karena api tetap membakar meski tidak terlihat di permukaan.
NASA menandai lokasi anomali termal menggunakan titik-titik merah pada citra yang diproses oleh instrumen MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) di satelit Aqua. Titik-titik merah ini mengidentifikasi lokasi potensi kebakaran. Citra satelit ini juga memperlihatan sebaran asap yang luas hingga melintasi perbatasan ke Malaysia.
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang menggabungkan informasi dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga 30 Agustus 2026 tercatat 946 hotspot high confidence secara nasional, mengalami penurunan sebesar 629 titik dibandingkan hari sebelumnya. Meski terjadi penurunan, konsentrasi titik panas masih tinggi terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Bagikan
Berita terkait
Foto pilihan minggu pertama September 2026
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 11.13
Satelit Uni Eropa Tangkap Kebakaran Ketapang, Asap Tebal Membubung
Detik.com · 5 September 2026 pukul 10.15
Kebakaran Sampah di Pisangan Tangsel Akhirnya Padam Setelah 32 Jam
Detik.com · 4 September 2026 pukul 21.26
Kapal Tongkang Tak Bisa Berlayar, Stok Batu Bara RI Numpuk!
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 20.25